Nama Desa Tempelwetan dikenal sejak abad 18, pada saat itu ada rombongan yang dipimpin oleh Ulama besar yang bernama Mbah Ngaliman yang mampir di desa kami. Selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan ke Gunung Wilis dan diantara anak buah Mbah Ngliman yang bernama Mbah Parto dan istrinya tetap tinggal di desa ini. Karena hidupnya Mbah Parto dan istri menumpang di desa ini (menumpang/ menempel) maka desa ini dinamakan Desa Tempel. Sampai sekarang makam Mbah Parto dan Istrinya bertempat di tengah-tengah makam desa. Beliau sebagai babat tanah desa ini maka disebut Mbah Punden.