Bersih Desa Tempel Wetan
Loceret, Tempel Wetan- Desa Tempel Wetan diramaikan dengan tradisi bersih desa dalam menyambut bulan Suro, salah satu bulan dalam penanggalan Jawa. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Tempel Wetan, Subandi, Sekretaris Desa, Renaldo, Kepala Dusun Tempel Wetan Suwarno, dan seluruh Perangkat Desa Tempel Wetan serta Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh masyarakat desa, Kamis (18/7/2024) malam bersih desa ini dimeriahkan dengan hiburan Campursari Kantong Bolong.
Tradisi bersih desa diawali dengan doa Bersama dan khataman Al qur’an pada hari kamis pagi di punden Desa Tempel Wetan, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama warga. Acara bersih desa diikuti oleh seluruh warga desa, baik tua maupun muda, dengan penuh semangat dan antusiasme. Mereka datang berduyun-duyun dengan membawa berkat.
Kades Subandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga desa yang telah berpartisipasi dalam tradisi bersih desa ini.
"Tradisi bersih desa ini merupakan warisan budaya leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan," ujarnya.
Subandi juga menambahkan, bahwa tradisi bersih desa ini memiliki makna yang mendalam, yaitu untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu, serta sebagai ungkapan syukur atas Panen, maka upacaranya dilakukan setelah panen padi berakhir serta untuk menyambut bulan Suro (Muharram) dengan hati yang suci dan penuh harapan.
“Bersih Desa bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat sehat, rezeki, dan umur Panjang yang kita rasakan sampai hari ini. Bersih desa ini juga bertujuan untuk memohon perlindungan dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita terus dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucap Subandi.
Sementara itu, Kepala Dusun Suwarno, mengatakan tradisi bersih desa di Desa Tempel Wetan sudah dilaksanakan secara turun temurun. Tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga membersihkan diri secara spiritual.
“Tradisi ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu menjaga kebersihan dan kesucian diri, serta untuk selalu bersyukur atas limpahan rezeki dan kesehatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” bebernya.
Selain sebagai doa harapan dan ungkapan rasa syukur, bersih desa ini, kata Suwarno, juga sebagai ajang mempererat tali silaruhmi antar warga.
"Saya harap tradisi bersih desa di Desa Tempel Wetan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan menjadi momen untuk mempererat rasa persaudaraan antar warga. Semoga keselamatan dan keberkahan selalu tercurahkan bagi desa dan seluruh masyarakatnya,” tutupnya.
Acara bersih desa berlangsung dengan khidmat. Lantunan ayat-ayat suci di bacakan. Usai doa bersama acara dilanjutkan dengan makan bersama sebagai rasa erat silaturahmi gotong royong antar warga.