Sosialisasi Bunda PAUD 2025: Pentingnya Matematika Usia Dini dan Sekolah Ramah Anak di Desa Tempel W


 2025-07-24 |  Desa Tempelwetan

Loceret - Tempel Wetan, 24 Juli 2025 — Pemerintah Desa Tempel Wetan bersama Bunda PAUD Desa dan Dinas Pendidikan menggelar kegiatan sosialisasi bertema "Membangun Generasi Emas Melalui Pendidikan Anak Usia Dini yang Ramah dan Berkualitas" pada Kamis (24/07). Kegiatan yang  bertempat di Aula (Gedung Olahraga) Desa Tempel Wetan dan dihadiri oleh Bunda Paud Kabupaten Nganjuk selaku Ketua TP PKK, Yuni Marhen, Ketua I TP PKK, Widhi Handy Cahyono, Perwakilan dari Dinas Pendidikan, Bunda Paud Kecamatan Loceret, Bunda Paud Desa Tempel Wetan, para guru PAUD, kader posyandu, orang tua murid, serta tokoh masyarakat setempat.

Sosialisasi ini menyoroti tiga fokus utama: peran Bunda PAUD, pentingnya pengenalan matematika sejak usia dini, serta konsep Sekolah Ramah Anak. Kepala Desa Tempel Wetan, Subandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif Bunda PAUD dalam mendorong pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

“Kami berkomitmen mendukung setiap upaya yang bertujuan mencerdaskan generasi muda, termasuk melalui pendidikan yang menyenangkan dan ramah bagi anak-anak,” ujarnya.

Yuni Marhen, selaku Bunda Paud Kabupaten menekankan pentingnya mengenalkan konsep Matematika sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual. Ia menyampaikan bahwa matematika bukan sekadar berhitung, tetapi juga melatih logika, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Matematika itu bisa diajarkan dari hal-hal sederhana di sekitar anak, seperti menghitung buah, mengenal bentuk, dan menyusun benda. Ini membentuk dasar berpikir logis sejak kecil,” jelasnya.

Materi lain yang dibahas dalam sosialisasi adalah pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, bebas kekerasan, dan mendukung partisipasi aktif anak dalam proses pembelajaran. Konsep Sekolah Ramah Anak menjadi bagian dari kebijakan nasional yang mulai diimplementasikan secara bertahap di tingkat desa.

Bunda PAUD Desa Tempel Wetan, Sri Utami juga menegaskan bahwa peran keluarga, sekolah, dan masyarakat harus berjalan selaras untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk orang tua, untuk terlibat aktif. Anak-anak harus merasa senang dan aman saat belajar. Pendidikan tidak hanya soal nilai, tetapi juga soal karakter dan kenyamanan,” tutur Sri Utami.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk menjadikan PAUD di Desa Tempel Wetan sebagai tempat tumbuh kembang anak yang menyenangkan, cerdas, dan ramah anak. Sosialisasi ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk memperkuat peran PAUD sebagai fondasi pendidikan anak di desa.