Loceret, Tempel Wetan, (20/02/2025) – Dinas Kearsipan Kabupaten Nganjuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di Kantor Desa Tempel Wetan pada hari selasa 18 Februari 2025. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan perangkat desa dalam menggunakan teknologi untuk mengelola arsip secara lebih efisien dan terintegrasi.
Kegiatan diikuti oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa ini, menghadirkan narasumber dari Dinas Kearsipan Kabupaten Nganjuk yang berkompeten dalam bidang pengelolaan arsip digital. Rico, selaku narasumber dari Dinas Kearsipan Kabupaten Nganjuk menjelaskan bahwa penerapan aplikasi Srikandi sangat penting untuk mendukung modernisasi pengelolaan arsip di tingkat desa.
“Dengan menggunakan aplikasi Srikandi, pengelolaan arsip di desa akan menjadi lebih terorganisir dan mudah diakses. Aplikasi ini memungkinkan integrasi data arsip yang lebih efektif, mengurangi potensi kehilangan arsip fisik, dan mempermudah pencarian serta pemeliharaan data,” ujar Rico.
Srikandi, yang merupakan aplikasi kearsipan berbasis digital, memungkinkan perangkat desa untuk mengelola arsip secara terstruktur dan terintegrasi dalam sistem yang berbasis teknologi informasi. Dalam Bimtek ini, peserta diberikan pelatihan tentang cara mengoperasikan aplikasi Srikandi mulai dari pendaftaran arsip, pengelolaan arsip fisik dan digital, hingga penyimpanan dan pengarsipan yang lebih teratur dan aman.
Setelah mengikuti Bimtek, perangkat desa diharapkan dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mengelola data administratif yang lebih akurat dan dapat diakses dengan cepat saat dibutuhkan. Aplikasi ini juga dirancang untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan arsip di tingkat desa.
Salah satu peserta Bimtek, Sekretaris Desa Tempel Wetan, Renaldo Dwi Kusuma Wardhana, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Bimtek ini sangat bermanfaat karena aplikasi Srikandi akan memudahkan kami dalam mengelola arsip secara digital. Selain itu, proses pencarian arsip akan lebih cepat dan terhindar dari kerusakan fisik seperti yang sering terjadi dengan arsip kertas,” ujar Renaldo.
Diharapkan, dengan penerapan aplikasi Srikandi di Desa Tempel Wetan, pengelolaan arsip akan menjadi lebih efisien dan dapat mempercepat proses administrasi di desa. Dinas Kearsipan Kabupaten Nganjuk berencana untuk terus mengadakan Bimtek serupa di desa-desa lainnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan desa yang lebih modern dan berbasis teknologi.