Loceret, Tempel Wetan – Desa Tempelwetan, yang terletak di Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 besar nominasi percontohan desa anti korupsi dalam acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024. Penghargaan ini diserahkan langsung Oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adi Karyono, di Graha Hayam Wurug, Taman Candhra Wilwatikta Pandaan, (18/12/2024) pada acara yang dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, serta instansi terkait.
Peringatan Hakordia yang berlangsung meriah ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap upaya pencegahan korupsi di tingkat desa dan wilayah Indonesia secara umum. Desa Tempelwetan menjadi salah satu dari sekian banyak desa yang berhasil menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang bersih dan transparan.
Kades Tempelwetan, Subandi, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan ini. "Kami sangat berterima kasih atas pengakuan ini. Ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat Desa Tempelwetan yang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik korupsi," ujarnya. Menurut Suabndi, penghargaan ini juga merupakan dorongan bagi desa lainnya untuk terus meningkatkan pengawasan dan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran desa.
Selain Desa Tempelwetan, beberapa desa lainnya juga menerima penghargaan serupa, yang menandakan semakin banyaknya daerah yang serius dalam membangun budaya anti korupsi. Acara ini dihadiri oleh pejabat dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Jawa Timur, Adi Karyono, menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. "Desa-desa seperti Tempelwetan menjadi contoh yang sangat baik dalam memperlihatkan bahwa korupsi bisa diberantas mulai dari level paling bawah, yaitu desa," tambah Adi.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa desa-desa di Indonesia kini semakin peduli terhadap pentingnya integritas dalam pemerintahan desa. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan semakin banyak desa yang terinspirasi untuk mengimplementasikan praktik-praktik anti korupsi demi kemajuan bangsa dan negara.