Peningkatan Kapasitas: Pemdes Tempel Wetan Belajar dari Kalurahan Sri Mulyo Bantul Yogyakarta


 2024-11-15 |  Desa Tempelwetan

Loceret, Tempel Wetan (15/11/2024) Dalam rangka meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam hal pengelolaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa Tempel Wetan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mengadakan kegiatan studi tiru ke Pemerintah Kalurahan Sri Mulyo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman berharga bagi Pemerintah Desa Tempel Wetan dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan di desa mereka.

Rombongan yang terdiri dari perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat Desa Tempel Wetan berangkat ke Yogyakarta pada 14 hingga 15 November 2024. Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh Pemerintah Kalurahan Sri Mulyo yang telah dikenal memiliki berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan desa yang efektif dan efisien.

Kegiatan studi tiru ini difokuskan pada beberapa aspek penting dalam pengelolaan desa, seperti manajemen keuangan desa, pelayanan publik, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem administrasi pemerintahan. Pemerintah Kalurahan Sri Mulyo telah berhasil mengimplementasikan berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan, yang diharapkan dapat dijadikan model bagi Desa Tempel Wetan.

Kepala Desa Tempel Wetan, Subandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa. “Kami ingin mempelajari cara-cara yang sudah diterapkan di Kalurahan Sri Mulyo, yang sudah terbukti sukses dalam mengelola anggaran desa secara transparan, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan,” ujarnya.

Di Kalurahan Sri Mulyo, perangkat desa telah mengembangkan berbagai program berbasis partisipasi masyarakat, termasuk sistem pelaporan digital yang mempermudah warga dalam mengakses informasi dan memberikan feedback. Selain itu, mereka juga berhasil membangun pusat layanan masyarakat yang mempermudah pengurusan administrasi dan layanan dasar lainnya.

Kepala Kalurahan Sri Mulyo, Wajiran, menyampaikan bahwa keberhasilan mereka dalam mengelola desa tidak lepas dari semangat gotong royong dan sinergi antara pemerintah desa dengan masyarakat. “Kami berusaha untuk selalu terbuka terhadap inovasi dan perubahan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami juga mendorong desa lain untuk terus belajar dan berkembang bersama,” tambahnya.

Selain itu, pihak Kalurahan Sri Mulyo juga memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi e-Government untuk mempermudah pengelolaan data dan laporan desa. Teknologi ini telah membantu Kalurahan Sri Mulyo dalam mempercepat proses administrasi dan meningkatkan transparansi, sehingga meminimalkan potensi kesalahan atau kecurangan dalam pengelolaan anggaran.

Dengan adanya kegiatan studi tiru ini, diharapkan Pemerintah Kalurahan Tempel Wetan dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Kelurahan Sri Mulyo dan menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Tempel Wetan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, melalui pengembangan kapasitas pemerintah desa, diharapkan dapat tercipta pemerintahan yang lebih profesional dan mampu mengelola sumber daya desa dengan optimal.

Peningkatan kapasitas seperti ini sangat penting untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, serta memberikan contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengelola pemerintahan secara lebih modern dan efisien.