Apresiasi bagi Orang Tua Hebat untuk Membentuk Karakter Anak
Loceret, Tempel Wetan- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) kemarin. Ada sebanyak 580 orang peserta dari tujuh kecamatan yang diwisuda usai dinyatakan lulus mengikuti SOTH, salah satunya dari Desa Tempel Wetan.
Wisuda SOTH berlangsung di Pendapa KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk. Yang memimpin prosesi wisuda adalah Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna yang ditandai pemindahan kuncir dari toga peserta.
Dalam sambutannya Pj Bupati Sri Handoko mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap para orang tua di Kota Angin bisa betul-betul optimal dalam mengasuh buah hati dan keluarganya. “Sehingga terbentuk anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Pj Bupati Nganjuk turut memberi penghargaan kepada beberapa organisasi profesi di bidang kesehatan. Antara lain IDI, IBI, PPNI, PDGI, maupun IIDI. Pada prosesi itu, Pj Bupati didampingi Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk Nafhan Tohawi maupun perwakilan BKKBN Jawa Timur.
Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuuk menambahkan, tujuan kegiatan tersebut antara lain mengapresiasi atau penghargaan bagi keluarga yang memiliki balita yang telah mengikuti SOTH sampai dengan lulus. Kemudian, meningkatkan peran kelompok kegiatan bina balita menjadi sekolah pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang dan pembentukan karakter bagi keluarga yang memiliki anak usia dini.
“SOTH ini diikuti peserta dari para calon pengantin maupun orang tua yang memiliki baduta atau balita. Wisuda juga telah berlangsung di tingkat kecamatan maupun desa peserta,” tambahnya.
Selama mengikuti SOTH, tambah Nafhan, peserta mendapat berbagai materi. Antara lain perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orang tua terhadap masa depan anak. Kemudian, memahami konsep diri yang positif dan konsep pengasuhan.
Selain itu, peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Ada pula materi menjaga kesehatan anak usia dini. Selanjutnya pemenuhan visi anak usia dini, stimulasi gearakan kasar dan gerakan halus. Serta komunikasi aktif, komunikasi pasif, dan kecerdasan.
“Termasuk materi menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial, pengenalan kesehatan reproduksi pada anak usia dini, perlindungan dan partisipasi anak, menjaga anak dari pengaruh media, pembentukan karakter anak usia dini, dan penilaian akhir pembelajaran,” tandasnya sembari menyebut program tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai mitra.
Subandi, Kepala Desa Tempel Wetan mengungkapkan bahwa program SOTH sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam mendukung penguatan peran orang tua dalam pendidikan anak. “Sebagai kepala desa, saya merasa sangat bangga melihat para orang tua di desa-desa sekitar, termasuk di Tempel Wetan, yang ikut serta dalam program SOTH ini. Pendidikan anak memang bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga peran besar orang tua di rumah. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat untuk para orang tua agar lebih siap mendampingi anak-anak mereka dalam tumbuh kembang yang positif,” ujar Subandi.