Loceret, Tempel Wetan- Kabupaten Nganjuk baru-baru ini menggelar pelatihan signifikan untuk Aparatur Pemerintahan Desa dan Kelembagaan Desa guna memperkuat kapasitas dan kualitas pengelolaan desa. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 14 September 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam tata kelola dan pelaksanaan program-program desa.
Acara yang diadakan di Hotel Aria Centra Surabaya ini dihadiri oleh lebih dari 72 peserta, dari 18 desa di Kabupaten Nganjuk termasuk kepala desa, sekretaris desa, dan Ketua BPD serta Ketua PKK desa. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari berbagai institusi, termasuk ahli manajemen pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, serta pengembangan kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri Provinsi Jawa Timur, Mochamad Wahyudi dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja aparatur desa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. "Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar aparat desa dapat mengelola desa dengan lebih baik, transparan, dan akuntabel. Kami berharap pelatihan ini dapat memotivasi dan memperkuat kemampuan mereka dalam melayani masyarakat," ungkapnya.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting seperti perencanaan dan pengelolaan anggaran desa, pelaksanaan program pembangunan, serta peningkatan kapasitas kelembagaan desa. Selain itu, pelatihan ini juga mengintegrasikan sesi diskusi dan studi kasus untuk memungkinkan peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Salah satu peserta, Subandi, Kepala Desa Tempel Wetan , menyatakan apresiasinya terhadap pelatihan. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan banyak wawasan baru tentang pengelolaan anggaran dan tata kelola yang mungkin sebelumnya kurang kami ketahui, selain itu pelatihan ini juga sangat membantu kami dalam memahami berbagai aspek pengelolaan desa sehingga kami nantinya dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memajukan desa kami,” ujar Subandi