Loceret, Tempel Wetan- Desa Tempel Wetan, yang berada di Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, kembali menorehkan prestasi melalui UMKM krupuk bawang "Mas Gun" yang semakin berkembang. Dengan rasa khas bawang, krupuk bawang ini berhasil memikat lidah masyarakat dan menjadi oleh-oleh khas desa.
Mas Gun sapaan akrab Guntur yang merupakan generasi kedua mengungkapkan bahwa krupuk bawang produksinya mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh krupuk bawang lainnya bahwa krupuk bawang olahannya itu tidak digoreng dengan minyak melainkan dengan pasir sehingga awet hingga 1 bulan lebih, selain rasanya yang gurih dengan khas bawang putih serta kualitas kebersihannya sudah tidak diragukan lagi. Guntur juga mengungkapkan jika krupuk bawangnya itu biasa di beli tamu untuk oleh – oleh.
Berkat krupuk bawang ini, perekonomian Desa Tempel Wetan semakin tumbuh. UMKM ini telah berhasil menyerap tenaga kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga sekitar sebanyak 10 orang, dan meningkatkan pendapatan warga serta berkontribusi pada PAD desa. Dia juga mengakui setelah mengikuti Pelatihan Ketrampilan Digital Anjuk Ladang yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk pada Mei lalu, Krupuk Bawang produksinya tersebut mengalami kenaikan penjualan yang signifikan, dia juga mengungkapkan bahwa dirinya semakin percaya diri untuk melebarkan pasarannya setelah ijin usahanya lengkap berkat Pelatihan tersebut “saya sangat berterimakasih kepada Dinas Kominfo yang telah membantu saya untuk belajar digital dan membantu perijinan saya”, pungkasnya.
Kepala Desa Tempel Wetan, Subandi mengungkapkan keinginannya untuk mendukung UMKM Desa Tempel Wetan terus berkembang dan meningkat pendapatannya, salah satunya UMKM Krupuk Bawang tersebut. Pihaknya akan mengusahakan untuk membuat sentra UMKM di sepanjang jalan utama menuju obyek wisata sedudo dimana pasti akan banyak wisatawan melintasi Kawasan Desa Tempel Wetan.
Meskipun demikian, UMKM ini masih menghadapi beberapa tantangan, seperti pemasaran karena selama ini pemasaran hanya di seputar wilayah Kabupaten Nganjuk dan belum bisa menembus pasar luar Kota/Kabupaten. Namun, para pelaku UMKM tidak patah semangat dan terus berupaya untuk mengatasi kendala tersebut. (Ly)