Dalam rangka Menyiarkan agama melalui sholawat dan juga mengembangkan bakat dari ibu-ibu Desa Loceret kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk membentuk grup sholawat rebana yang dikenal dengan nama “Ziyadatul Khoir”.
Rebana menjadi salah satu seni islami yang masih dilestarikan sampai sekarang. Musik ini tidak hanya ada dipulau Jawa saja, namun diseluruh Indonesia mengenal musik rebana ini . Yang membedakan mungkin hanya lirik atau lagunya saja, karena banyak yang meyakini bahwa musik rebana ini musik khas Timur Tengah yang dibawa oleh para pedagang atau pengelana ratusan tahun yang lalu. Kemudian menyebar diseluruh Indonesia tidak terlewatkan juga di pulau jawa sebagai gudangnya penyebar agama Islam yang dikenal sebagai Wali Songo.
Baca Juga :
Langen Bekso Wiromo / Tayub Tanpa Miras
Grup Rebana Ziyadatul Khoir didirikan pada tahun 2011 oleh ibu Hj. Muthmainnah, ibu Tri Winarsi, dan ibuu Yusi Muslihah. Grup zidayatul Khoir berdiri dari minatnya ibu-ibu yang ingin melestarikan seni budaya tradisional Rebana, tetapi mereka belum pernah belajar Rebana. Dengan Usulan dari ibu-ibu pendiri Grup ini maka dibentuklah grup rebana “Ziadatul Khoir" dengan memanggil pelatih dari luar desa.
Perlahan grup Rebana Ziyadatul Khoir terbentuk dengan beranggotakan 21 orang yang berasal dari RW 01, RW 02, bahkan ada juga yang dari Kecamatan Pace. Grup ini dibentuk dengan Tujuan menyiarkan agama melalui sholawat dan juga mengembangkan bakat dari ibu-ibu Desa Loceret.
Grup rebana yang telah berumur 9 tahun ini tetap eksis dalam rangka melestarikan seni budaya Islam dan juga dalam rangka dakwah kepada masyarakat dengan cara membudayakan sholawat dikalangan masyarakat banyak. Dengan semakin globalnya dunia maka kebudayaan dari luar akan masuk, kalau tidak ada yang melestarikan seni rebana ini akan punah. Grup rebana yang bertempat di Mushola An-Nahar Loceret ini bisa berjalan sampai sekarang.

Semakin dikenalnya grup rebana “Ziyadatul Khoir” ini, banyak orang yang mengundang untuk memeriahkan berbagai macam event di desa. Diantaranya memeriahkan acara pengajian, khitanan, sampai dengan mengiring temanten / pernikahan. Selain memeriahkan event di desa grup Rebana “Ziyadatul Khoir” ini juga sering mengikuti festival lomba Rebana di Kabupaten, seperti Taman Santri yang diikuti grup Rebana se kabupaten Nganjuk.
Baca Juga :
Tiada Kata Terlambat, Ibu-Ibu RW. 01 Desa Loceret Belajar Al-Qur'an Dari Awal
Bahkan, grup Rebana Ziyadatul Khoir ini sering membawa pulang juara seperti Juara 1 dan 2 lomba Taman Santri se kabupaten Nganjuk, dan juara umum piala bergilir Bupati Nganjuk.
“Dengan didirikan grup rebana “Ziyadatul Khoir” ini ibu-ibu di desa Loceret lebih terjalin silahturahmi, Pembacaan sholawat lebih fashih, dan menjalin ukhuwah islamiyah dengan grup se kabupaten Nganjuk.” Ujar Ibu Yusi Muslihah selaku pendiri dan pembina grup rebana “Ziydatul Khoir”.
BERITA TERKAIT :
Pelatihan dan Diklat Peningkatan SDM dan Penguasaan Tilawatil Qur'an bagi Ustadz dan Ustadzah