
Konon jaman dahulu kala menurut cerita mulut ke mulut dari para orang tua, bahwa ada sekelompok pengembara/jajah desa, jajah alas diwilayah kaki gunung wilis maka terjadilah suatu panggilan nama desa/dusun dimana para pengembara beristirahat.
Nama Desa Loceret sendiri konon bermula dari perjalanan seorang pemgembara yang sekedar beristirat atau menetap di suatu tempat. Dalam perjalanannya beliau selalu membawa sebuah wadah untuk persediaan air minum sebangsa Guci/morong/ceret, karena dirasa perjalanannya sudah jauh dan merasa capek perlu istirahat dia disuatu tempat yang dirasa nyaman dan teduh, kebetulan di sekitar situ ada pohon yang rindang dipilhnya tempat tersebut untuk istirahat, tempat guci/ceret tempat air persediaan air minum yang selalu di bawanya di gantungkan di salah satu ranting pohon tersebut dan dalam waktu sekejap sudah tertingungan dur. Ketika bangun dan merasa haus ingin minum, tapi kebingungan lupa menaruh guci/ceretnya karena begitu mendapat tempat istirahat yang nyaman terus tertidur. Dicarinya guci / ceret tersebut kesana kemari, ketika guci/ceret tersebut di ketemukan eee ternyata pohon untuk menggantungkan guci/ ceret adalah pohon Loo sehingga terucap kata kata LOO dan CERET yang dihubungkan menjadi LOCERET.
Adapun nama-nama Kepala Desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :
Demikian asal usul Pemerintahan Desa Loceret.
Secara Geografis Desa Loceret terletak pada posisi 7°31menit 409 detik Lintang Selatan dan 112° 4 menit 462 detik Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah daratan sedang yaitu 598 m diatas permukaan air laut.
Batas – batas desa meliputi :
Jarak tempuh Desa Loceret ke ibukota Kecamatan Loceret adalah 500 meter yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 5 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibukota kabupaten adalah 5 Km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit.