Menurut cerita/informasi yang kami gali dari cerita turun temurun orang sesepuh, bahwa nama dari Desa Nglaban berasal dari kata NGLABENG (Orang mondar-mandir karena tersesat). Ceritanya pada waktu itu terdapat beberapa orang pelarian dari kerajaan Pengging yang mendapat tekanan dari kerajaan Demak di bawah pimpinan Raden Patah sekitar tahun 1500 – 1518 M. Kondisi desa ini pada waktu itu masih berupa hutan dengan jumlah penduduk yang masih sedikit, dengan kehidupan yang sangat sederhana dan sistem pemerintahan yang belum tertata dengan baik, akhirnya orang pelarian tersebut menetap di desa ini dengan berbaur dan diterima dengan baik oleh penduduk asli desa ini.
Dengan adanya orang pelarian dari kerajaan Pengging tersebut, akhirnya desa ini menjadi desa yang baik dan maju, baik dari segi budaya dan pemerintahannya. Karena orang dari pengging tersebut mempunyai banyak ilmu yang bisa ditularkan kepada penduduk setempat. Akhirnya orang dari pengging tersebut menjadi tokoh sentral yang sangat berpengaruh di desa ini. Untuk mengenangnya akhirnya desa ini dinamakan desa NGLABAN dari kata NGLABENG (orang mondar-mandir dan bingung karena tersesat). Identitas asli orang tersebut tidak banyak orang yang tahu karena sangat dirahasiakan takut kalau diketahui oleh prajurit dari Demak.
Bukti sejarah desa ini yaitu dengan adanya sebuah makam kuno yang berada di dusun Boto, yang biasa orang menyebutnya makam MBAH PENGGING dan sebuah bangunan rumah kuno yang terletak di desa Nglaban rt. 03 rw. 03, walaupun kondisi sekarang sudah rusak. Akhirnya desa ini terus mengalami perkembangan dari segi jumlah penduduk, ekonomi dan mengalami pemekaran wilayah ke arah barat dan utara.
Wilayah desa ini terbagi menjadi lima (5) Dukuhan yaitu terdiri dari 1. Dukuh NGLABAN sebagai dukuh Krajan, 2. Dukuh SANGGRAHAN, 3. Dukuh NGUNUT, 4. Dukuh BOTO, 5. Dukuh BULAK. Dinamakan dusun/dukuh sanggrahan konon ceritanya tempat ini digunakan untuk tempat penginapan/pesanggrahan bagi orang-orang asing/pengembara yang singgah di desa ini. Dan sebelah baratnya lagi dinamakan dusun NGUNUT karena wilayah dusun ini sangat kecil dan sempit dengan jumlah penduduk yang sedikit.
Wilayah sebelah baratnya lagi dinamakan dukuh/dusun BOTO karena wilayah ini merupakan dataran tinggi dibanding dengan wilayah lainnya sehingga oleh warga penduduk setempat digunakan sebagai sentra atau pusat untuk membuat BOTO/BATA merah yang sangat terkenal dimasa itu, Sedangkan wilayah yang sebelah utara desa ini dinamakan dusun BULAK, konon cerita wilayah ini masih berupa rawa-rawa/sawah (bulak) sehingga dusun ini dinamakan Dusun Bulak.
Hingga saat ini desa Nglaban sudah banyak mengalami perubahan dari segi budaya maupun keadaan alam/geologinya, dahulunya budaya adat jawa hindu sangat kental sekali dikehidupan masyarakat desa ini, tetapi sekarang sudah mulai berubah karena pengaruh budaya modern dan islami dan keadaan alam dahulu banyak sekali pohon/hutan yang tumbuh dilingkungan desa ini tetapi sekarang berubah menjadi pemukiman yang padat penduduk. Luas wilayah desa Nglaban sekitar 350 Ha yang terdiri dari sawah dan dataran untuk perumahan dan kebun dengan jumlah penduduk hampir 5000 jiwa, dengan kehidupan mata pencaharian mayoritas dibidang pertanian (80%) sisanya dibidang perdagangan, karyawan swasta dan pemerintahan.
Adapun kepala desa yang pernah menjabat hingga sekarang adalah sebagai berikut :
|
No |
Periode |
Nama Kepala Desa |
Keterangan |
|
1 |
1925 s/d 1947 |
PARTO SENTONO MARDJAN |
Kades Pertama |
|
2 |
1947 s/d 1973 |
DARMO SOEPRAPTO SOEMADI |
Kades Kedua |
|
3 |
1973 s/d 1987 |
SUPRIYANTO |
Kades Ketiga |
|
4 |
1987 s/d 2007 |
HARYONO |
Kades Keempat |
|
5 |
2007 s/d 2013 |
PUJI SUTRISNO |
Kades Kelima |
|
6 |
2013 s/d Sekarang |
H. SUDARTO, ST. |
Kades Keenam |
Demikian asal usul Pemerintahan Desa Nglaban. Apabila ada kesalahan dalam penulisannya mohon maaf dan semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua.
Secara geografis Desa Nglaban terletak pada posisi 7°37'27” Lintang Selatan dan 111°55'30” Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 56 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Nganjuk tahun 2014, selama tahun 2014 curah hujan di Desa Nglaban rata-rata mencapai 2400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm.
Secara administratif, Desa Nglaban terletak di wilayah Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga.
Jarak tempuh Desa Nglaban ke ibu kota kecamatan (Kec. Loceret) adalah 6 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermontor. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 5 km, yang dapat ditempuh deng an waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor.